Penyakit AIDS | www.aroemi.com - Penyakit

AIDS merupakan penyakit mematikan yang belum ada obatnya. Penyakit ini menyerang sistem imunitas manusia. AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndromeadalah sekumpulan gejala dan infeksi yang terjadi karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia yang diakibatkan infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus).
Virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Jadi, jika terinfeksi HIV, sistem imunitas akan menjadi lemah sehingga orang yang terinfeksi HIV rentan terhadap infeksi oportunisktik dan mudah terserang tumor. Perkembangan virus HIV dapat diperlambat, tapi penyakit HIV belum ada obatnya meskipun telah banyak penelitian dilakukan untuk menemukan obat dari penyakit yang mematikan ini.
Umumnya, virus HIV ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam atau aliran darah dengan cairan tubuh yang mengandung virus HIV. Cairan tubuh yang menjadi perantara virus ini antara lain darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu. Penularan virus HIV pun dapat melalui hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, hubungan ibu dan anak selama kehamilan, dan bentuk kontak lainnya yang melibatkan cairan-cairan tubuh tersebut.
Para ilmuwan berpendapat bahwa penyakit HIV berasal dari kawasan Afrika. Bahkan, badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization) menegaskan bahwa penyakit HIV merupakan salah satu wabah penyakit yang paling mematikan sepanjang sejarah kehidupan manusia.

Gejala dan Komplikasi HIV/AIDS

Orang yang terinfeksi HIV rentan terhadap infeksi oportunistik. HIV/aids akan mempengaruhi hampir semua organ tubuh manusia. Penderita HIV/AIDS akan lebih berisiko tekena kanker seperti Sarkoma Kaposi, kanker leher rahim, dan kanker sistem kekbalan tubuh yang disebut limfoma.
Gejala HIV  tidak selalu muncul ketika terinfeksi HIV. Beberapa orang menderita sakit mirip flu dalam waktu beberapa hari hingga berminggu-minggu setelah terpapar virus. Mereka mengeluh demam, sakit kepala, kelelahan, dan kelenjar getah bening membesar di leher. Gejala HIV aids bisa jadi salah satu atau lebih dari ini semua biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.
Perkembangan penyakit sangat bervariasi setiap orang. Kondisi ini dapat berlangsung dari beberapa bulan sampai lebih dari 10 tahun. Selama periode ini, virus terus berkembang biak secara aktif menginfeksi dan membunuh sel-sel sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan memungkinkan kita untuk melawan bakteri, virus, dan penyebab infeksi lainnya. Virus HIV menghancurkan sel-sel yang berfungsi sebagai “pejuang” infeksi primer, yang disebut CD4 + atau sel T4. Setelah sistem kekebalan melemah, gejala HIV AIDS akan muncul.
Pada umumnya, penderita HIV/AIDS memiliki gejala infeksi sistemik, seperti demam, berkeringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, lemah, dan terjadi penurunan berat badan. Sementara, infeksi oportunistik yang dialami penderita HIV/AIDS bergantung pada frekuensi terjadinya infeksi tersebut an wilayah geografis tempat penderita HIV/AIDS hidup.
Adapun tanda dan gejala yang tampak pada penderita penyakit AIDS diantaranya adalah seperti dibawah ini :
1. Saluran pernafasan. Penderita mengalami nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam seprti terserang infeksi virus lainnya (Pneumonia). Tidak jarang diagnosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS diduga sebagai TBC.
2. Saluran Pencernaan. Penderita penyakit aids menampakkan tanda dan gejala seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah
3. Berat badan tubuh. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10%
4. System Persyarafan. Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi
5. System Integument (Jaringan kulit). Penderita mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) atau carar api (herpes zoster)
6. Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita. Penderita seringkali mengalami penyakit jamur pada vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Luka pada saluran kemih, menderita penyakit syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar

Penularan HIV/AIDS

Orang yang terinfeksi HIV/AIDS sering disebut ODHA atau Orang dengan HIV/aids. HIV/AIDS tidak ditularkan melalui hubungan social, seperti berjabat tangan, bersentuhan, berkomunikasi, dan bentuk interaksi yang tanpa melibatkan cairan darah. HIV/AIDS hanya menular melalui hubungan seksual (berganti-ganti pasangan) dengan orang yang terinfeksi HIV/AIDS, melalui jarum suntik yang yang tidak steril, transfusi darah yang mengandung HIV/AIDS, dan melalui ibu hamil kepada bayinya saat masih dalam kandungan, saat melahirkan, atau melalui air susu ibu.
HIV menular melalui:
  1. Bersenggama yang membiarkan darah, air mani, atau cairan vagina dari orang HIV-positif masuk ke aliran darah orang yang belum terinfeksi (yaitu senggama yang dilakukan tanpa kondom melalui vagina atau dubur; juga melalui mulut, walau dengan kemungkinan kecil).
  2. Memakai jarum suntik yang bekas pakai orang lain, dan yang mengandung darah yang terinfeksi HIV.
  3. Menerima transfusi darah yang terinfeksi HIV.
  4. Dari ibu HIV-positif ke bayi dalam kandungan, waktu melahirkan, dan jika menyusui sendiri.
Biasakan mempunyai sikat gigi dan pisau cukur sendiri, karena selain untuk kebersihan pribadi, jika terdapat darah akan ada risiko penularan dengan virus lain yang diangkut aliran darah (seperti hepatitis), bukan hanya HIV.

Penanganan HIV/AIDS

Sampai sekarang ini, belum ada vaksin atau obat untuk meyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Jadi, agar terhindar dari HIV/AIDS, jauhilah seks bebas dan penggunaan jarum suntik secara bergantian. Akan tetapi, ada cara untuk menangani HIV/aids. Caranya dengan Terapi Antivirus.
Terapi antivirus merupakan cara penanganan HIV/AIDS terbaru yang dilakukan dengan cara terapi antiretrovirus yang sangat aktif (highly active antiretroviral theraphy). Namun, yang ditemukan pada 1996 ini sangat bermanfaat bagi para penderita HIV/aids. terapi ini memungkinkan stabilnya gejala dan jumlah virus dalam darah, tapi tidak dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS.
Pengobatan HIV -aids pada dasarnya meliputi aspek Medis Klinis ,Psikologis dan Aspek Sosial.
Aspek Medis meliputi :
1.   Pengobatan Suportif.
2.   Pencegahan dan pengobatan infeksi Oportunistik.
3.   Pengobatan Antiretrovira.
Penilaian gizi penderita sangat perlu dilakukan dari awal sehingga tidak terjadi hal hal yang berlebihan dalam pemberian nutrisi atau terjadi kekurangan nutrisi yang dapat menyebakan perburukan keadaan penderita dengan cepat.
Penyajian makanan hendaknya bervariatif sehingga penderita dapat tetap berselera makan. Bila nafsu makan penderita sangat menurun dapat dipertimbangkan pemakaian obat nabolik Steroid.
Proses Penyedian makanan sangat perlu diperhatikan.agar pada saat proses tidak terjadi penularan yang fatal tanpa kita sadari.Seperti misalnya pemakaian alat-alat memasak, pisau untuk memotong daging tidak boleh digunakan untuk mengupas buah, hal ini di maksudkan untuk mencegah terjadinya penularan Toksoplasma.begitu juga sebaliknya untuk mencegah penularan jamur.

Hukum Sosial

Pada umumnya, hukum sosial bagi penderita HIV/aids lebih berat dibandingkan dengan penyakit mematikan lainnya. Bentuk hukuman sosial bagi penderita HIV/AIDS antara lain tindakan pengasingan, penolakan, diskriminasi, dan penghindaran terhadap orang yang terjangkit HIV/AIDS.
Hal ini terjadi karena pandangan masyarakat yang beranggapan bahwa penyakit HIV/aids  menular karena hubungan seks bebas (berganti-ganti pasangan) dan penggunaan jarum suntik (narkoba suntik). Hal tersebut merupakan penyebab diberlakukannya hukum sosial bagi penderita HIV/AIDS.
Permasalahan sosial inilah yang kerap kali muncul terhadap orang terinfeksi HIV, mulai dari cara pandang terhadap masa lalu, cara hidup yang dianggap menyimpang, seks yang tidak aman, penggunaan narkotika tanpa alat suntik yang steril, tidak patuh terhadap agama hingga dilahirkan terinfeksi HIV.
Konsekwensi sosial yang dihadapi penderita aids akibat pandangan masyarakat yang tidak benar inilah yang secara tegas memunculkan perlakuan diskriminasi, perlakuan diskriminasi yang dilakukan tersebut amatlah beragam, ada yang dijauhi oleh keluarga dan tetangga bahkan pengusiran dari tempat tinggal, ditolak oleh pelayanan kesehatan, kehilangan pekerjaan karena terinfeksi HIV atau bahkan tidak dapat memperoleh pekerjaan, hak perlakuan sebagai warga negara juga bahkan dihilangkan pada beberapa aspek seperti partisipasi dalam pemerintahan.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment