8 Jalan Kebenaran | www.aroemi.com - Agama

8 jalan kebenaran Agama Budha merupakan ajaran utama yang menjelaskan tentang “jalan” menuju hilangnya penderitaan dan menggapai pencerahan. Jalan utama ini berunsur delapan yang merupakan bagian keempat dari empat kebenaran mulia. Bagian pertama dari unsur delapan ini adalah pengertian benar akan empat kebenaran mulia yang dikenal sebagai jalan tengah.
Di dalam sutta-sutta Tipitaka, 8 jalan kebenaran ditemukan kembali oleh Siddharta Gautama dalam menggapai pencerahan. Sutta menggambarkannya sebagai sebuah jalan tua yang dilalui dan diteladani oleh para Budha sebelumnya. Jalan ini berunsur delapan yang membentuk pemeluk agama Budha menuju ke kehidupan yang mulia.
Di antara semua jalan, maka "Jalan Utama Berunsur Delapan" adalah yang terbaik; di antara semua kebenaran, maka "Empat Kebenaran Mulia" adalah yang terbaik.
Di antara semua keadaan, keadaan tanpa nafsu adalah yang terbaik; dan di antara semua mahluk hidup, maka orang yang 'melihat' adalah yang terbaik. Inilah satu-satunya 'Jalan'. Tidak ada jalan lain yang dapat membawa pada kemurnian pandangan. Ikutilah jalan ini, yang dapat mengalahkan Mara (penggoda).

Dengan mengikuti jalan ini, engkau dapat mengakhiri penderitaan. Dan jalan ini pula yang kutunjukkan setelah aku mengetahui bagaimana cara mencabut duri-duri (kekotoran batin).
Engkau sendiri lah yang harus berusaha, para Tathagata hanya menunjukkan 'Jalan'. Mereka yang tekun bersemadi dan memasuki 'Jalan' ini akan terbebas dari belenggu Mara.

Tiga Kelompok

Jalan utama yang berunsur 8 jalan kebenaran ini dibagi menjadi 3 bagian, seperti;
  • Kebijaksanaan yang mencakup pengertian benar dan pikiran benar.
  • Kemoralan yang mencakup ucapan benar, perbuatan benar dan pencaharian benar.
  • Konsentrasi yang mencakup daya upaya benar, perhatian benar dan konsentrasi benar.
Kedelapan unsur di atas mengandung kata benar yang diterjemahkan dari kata samma (pali) atau samyang yang dari bahasa Sangsekerta. Kata lainnya seperti sesuai atau sempurna.

Bhante, apakah tiga kelompok dimasukkan oleh jalan mulia berunsur delapan, atau jalan mulia berunsur delapan dimasukkan oleh tiga kelompok?
Saudara Visakha, tiga kelompok tidak dimasukkan oleh jalan mulia berunsur delapan, tetapi jalan mulia berunsur delapan dimasukkan oleh tiga kelompok. Setiap ucapan benar, setiap perbuatan benar dan setiap mata pencaharian benar: dhamma-dhamma ini dimasukkan ke dalam kelompok moral (Sila), setiap usaha benar, setiap kesadaran benar, konsentrasi benar; dhamma-dhamma ini dimasukkan ke dalam kelompok Meditas (Samadhi), setiap pandangan benar dan setiap pikiran benar: dhamma-dhamma ini dimasukkan ke dalam kelompok Kebijaksanaan (Panna).

Pengertian Benar

Pengertian benar adalah kunci utama bagi agama Budha, Tipitika menjelaskan.

Dan apakah, para bhikkhu, pandangan benar?
Pengetahuan tentang Dukkha, pengetahuan tentang asal usul Dukkha, pengetahuan tentang berhentinya Dukkha, pengetahuan tentang cara berlatih yang membawa pada berhentinya Dukkha:
Ini lah, para bhikkhu, yang dikatakan pandangan benar.

Pengertian ini mencakup pengetahuan tentang:
•    Empat kebenaran mulia
•    Tiga corak umum
•    Hokum sebab-musabab dan
•    Hukum Kamma

Bhikkhu Sariputta menjelaskan tentang arti kebenaran dalam Sammaditti Sutta yang mengatakan bahwa pengertian benar akan dicapai melalui yang lebih mendalam mengenai kebijakan dan ketidak bijakan, empat jenis makanan dan dua belas nidana atau tiga noda.

Sedangkan pengertian salah, timbul karena adanya ketidaktahuan yang merupakan penyebab dari cara berpikir yang juga salah seperti pada ucapan salah, perbuatan salah, pencaharian salah, perhatian salah, daya upaya salah dan konsentrasi salah. Bagi agama Budha, daya upaya benar untuk meninggalkan pengertian yang salah dan mempertahankan yang benar.
Selain itu pengertian benar mengakibatkan pemikiran yang benar. Faktor utama ini mempunyai dua tujuan seperti
  • Menghilangkan pikiran jahat
  • Mengembangkan pikiran baik yang terdiri atas tiga bagian seperti, Nekkhema; melepas kesenangan dunia dan sifat mementingkan diri sendiri yang berlawanan dengan ingin menang sendiri. Abyapada; itikad baik, cinta kasih atau kelembutan-kelembutan yang berlawanan dengan kebencian, kemarahan atau itikad jahat. Avihimsa; tidak kejam atau kasih sayang yang berlawanan dengan kejahatan atau juga kekejaman.  

Ucapan Benar

Ucapan benar adalah berusaha menahan diri dari berbohong, memfitnah, berkata kasar atau caci maki dan mengeluarkan perkataan yang tidak bermanfaat atau pergunjingan. Ada beberapa ucapan yang dikategorikan sebagai ucapan benar seperti;
  • Ucapan itu benar
  • Ucapan itu beralasan
  • Ucapan itu berfaedah
  • Ucapan itu ditepati
Pangeran, demikian juga dengan ucapan atau kata-kata semacam itu yang diketahui oleh Tathagata bukan mewakili apa keadaannya tidak lah sesuai dengan kebenaran dan tidak berhubungan dengan kebaikan, ucapan mana adalah tidak disenangi dan tidak disetujui oleh orang-orang lain. Tathagata tidak mengatakan ucapan-ucapan semacam itu.
Ucapan semacam itu yang diketahui oleh Sang Tathagata mewakili apa keadaannya, sesuai dengan kenyataan, tetapi tidak berhubungan dengan kebaikan, juga ucapan ini adalah tidak disenangi dan tidak disetujui oleh orang-orang lain, maka ucapan-ucapan itu tidak diucapkan oleh Tathagata.
Ucapan Tathagata ketahui mewakili keadaan, sesuai dengan realita, berhubungan dengan kebaikan, tetapi ketika ucapan itu tidak disenangi dan tidak disetujui oleh orang-orang lain, maka Tathagata akan segera mengetahui waktu yang tepat untuk menggunakan ucapan itu.
Ucapan yang diketahui oleh Sang Tathagata, tidak lah mewakili keadaan, tidak cocok dengan realita dan tidak berhubungan dengan kebaikan tetapi ucapan itu disetujui oleh orang-orang lain; ucapan semacam itu tidak diucapkan oleh Sang Tathagata.
Ucapan yang diketahui oleh Sang Tathagata, mewakili keadaannya sesuai dengan realita, tetapi tidak berhubungan dengan kebaikan, ucapan ini disenangi dan disetujui oleh orang-orang lain; ucapan semacam itu tidak diucapkan oleh Sang Tathagata.
Ucapan yang diketahui Tathagata, mewakili keadaannya, tidak sesuai dengan realita dan berhubungan dengan kebaikan, juga ucapan ini disenangi dan disetujui oleh orang-orang lain; Tathagata mengetahui waktu yang tepat untuk menggunakan ucapan itu. Mengapa? Sebab Tathagata mempunyai rasa kasih sayang terhadap makhluk-makhluk itu.

Perbuatan Benar dalam 8 Jalan kebenaran dapat diartikan sebagai tindakan benar. Dalam hal ini penganut agama Budha diharapkan bertindak secara benar, tidak melakukan perbuatan negatif atau berbau mencelakakan diri sendiri atau orang lain. Tipitika menjelaskan:

Dan apakah, para bhikkhu, perbuatan benar?
Menahan diri dari pembunuhan, menahan diri dari pencurian, menahan diri dari hal-hal yang berhubungan dan melakukan kegiatan seksual:
Ini, menurut para bhikkhu, yang disebut perbuatan benar.

Pencaharian Benar

Pencaharian benar  berhubungan untuk usaha atau pekerjaan baik langsung atau pun tidak langsung, melukai makhluk hidup lainya. Tipitika menjelaskan:
Dan apakah, para bhikkhu, penghidupan benar?
Ada kasus dimana seorang murid dari Yang Mulia, meninggalkan penghidupan tidak jujur, hidup dengan penghidupan benar:
Inilah, para bhikku, yang disebut penghidupan benar.

Ada jenis bisnis yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang yang awam seperti pada bisnis berikut :
  • Bisnis Senjata
  • Bisnis Daging
  • Bisnis Manusia
  • Bisnis yang dapat melemahkan kesadaran
  • Bisnis Racun

Konsentrasi

Di dalam 8 jalan kebenaran ini ada daya upaya benar yang dapat diartikan dengan usaha benar. Untuk hal ini pengikut agama Budha harus berupaya keras untuk menghapus seluruh pikiran yang salah dan dapat merugikan, perkataan dan perbuatan. Penganut agama Budha sebaiknya meningkatkan apa yang baik dan berguna untuk mereka sendiri dan juga orang lain dalam sebuah pemikiran, perkataan dan perbuatan, tanpa mengikutsertakan pemikiran akan kesulitan dan kekhawatiran.  Tipitika menjelaskan:

Dan apakah, para bhikkhu, konsentrasi benar?
(i) Dimana ada seorang bhikkhu — sepenuhnya melepaskan sensualitas, melepaskan kualitas (mental) tidak terampil — memasuki & berdiam dalam jhana pertama: kegirangan dan kenikmatan yang muncul dari pelepasan, disertai oleh pemikiran yang diarahkan & penilaian.
(ii) Dengan menenangkan pemikiran yang diarahkan & evaluasi, dia memasuki & berdiam di dalam jhana kedua: kegirangan dan kenikmatan muncul dari konsentrasi, penyatuan dari kesadaraan yang bebas dari pemikiran yang diarahkan & penilaian — kepastian dari dalam.
(iii) Dengan hilangnya kegirangan, dia tetap dalam ketenangan, perhatian & awas, dan merasakan kenikmatan dengan tubuhnya. Dia memasuki & berdiam di dalam jhana ketiga, yang dinyatakan oleh Yang Mulia, "Ketenangan & perhatian, dia memiliki kenikmatan yang terus menerus."
(iv) Dengan meninggalkan kenikmatan & sakit — bersamaan hilangnya kebahagiaan & penderitaan yang sebelumnya — dia memasuki & berdiam di dalam jhana keempat: kemurnian dari ketenangan & perhatian penuh, tidak nikmat ataupun sakit.
Ini, para bhikkhu, yang disebut konsentrasi benar.

Semoga dengan adanya artikel 8 jalan kebenaran ini dapat bermanfaat untuk Anda dan menjadikan sebuah ilmu yang luhur untuk pembacanya.
..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Previous
Next Post »
Thanks for your comment